Yupz, baru 6 bulan ini Q melalui kegiatan perkuliahan di kampus UNY. Banyak cerita terjadi di balik kokohnya dinding FMIPA UNY dan bersama kawand2 BioRe 2008..
Depan Dekanat FMIPA UNYAq dan kawan2q biasanya menghabiskan waktu di tempat ini. Setiap selesai kuliah, ngomongin tugas, nunggu fotocopyan, nunggu laporan dari kelas lain, negerjain laporan, belajar buat ujian, dan sekedar teng-teng crit alias tenguk-tenguk nyambi crita dilalui di tempat ini. Bayangkan betapa sumpeknya depan dekanat dipenuhi 10-20 warga BioRe dari total sebanyak 38 orang. Dan pastinya selain menutup jalan masuk kampus kami juga membuat kehebohan dengan berbagai macam suara khas dari tiap-tiap anak.
Ruang 112 LamaRuangan yang terletak paling belakang FMIPA merupakan kelas “terfavorit” dalam semester 1 ini. Ruangan luas dan jadul tanpa AC ini memiliki OHP, papan tulis berkapur dan kursi kayu penuh tipe-X. Ada satu kursi yang tulisannya selalu kuingat “Aku wong UGM kuliah ning UNY dst” lalu ada yang mengganti huruf G dengan huruf W sehingga menjadi UWM. Hihihi tertawa sendiri aku setiap duduk di belakang kursi itu.
Di ruang 112 ini, kami menghabiskan banyak kuliah –MaDas, MorTumb, sempat juga Bio Avert- dan seluruh ujian akhir semester kecuali ujian agama juga dilaksanakan di ruang ini. Benar-benar ruang favorit untuk semester ini. Pernah ketika Q menanyakan waktu dan ruang ujian, temanku-Ika-menjawab “Di ruang favorit, Lel. Jam setengah delapan.”
Ruang 308-309Berbeda dengan ruang 112 lama, ruang 308-309 ini lebih fresh dan adem. Dengan fasilitas LCD beserta AC yang kadang bikin kedinginan saat cuaca tak bersahabat, ruangan ini terletak di lantai 3 lantai paling atas gedung FMIPA Lumayan ngos-ngosan naik ke ruang 308-309, apalagi hari Rabu. Jam pertama lantai 3 laboratorium biologi, jam kedua ruang 112 lantai bawah, lalu jam ketiga naik lagi ke lantai tiga menuju ruang 309.
Ada cerita unik di dua ruang ini. Ketika UTS Biologi Umum pukul 12.30, tak disangka tak dinyana separuh dari ruang 308 sudah terisi padahal UTS baru dilaksanakan pukul 13.00. Bahkan ketika aku masuk pun, ada beberapa teman yang sudah menyiapkan tempat untukku. Kata mereka sih, PMP –posisi menentukan prestasi-. Setengah jam sebelum ujian kugunakan untuk tebak-tebakan tentang materi yang akan diujikan di luar kelas. Lalu 6 orang temanku, bisaa kupanggil mereka geng Say…kepanjangannya Say No to Drugs, datang dan bertanya “Lho bukannya kelasnya di ruang 309?”. Aku masuk dan memberitahu teman-teman yang lain. Tiba-tiba ketua kelasku yang konyol tapi baik langsung mengambil tasnya dan berlari sambil teriak “posisi menentukan prestasi!!”, teman-teman yang lain juga langsung mengikuti jejaknya menuju ruang sebelah. Posisipun segera disesuaikan seperti pada ruang sebelumnya. Namun ternyata, ada beberapa teman yang tidak mengerti kenapa mereka berlari. Ada yang mengira terjadi gempa. Hihihi…
UTS pun berlangsung, ketika dosen masuk ternyata kelas dibagi. Mahasiswa bernomor genap ujian di ruang 309 dan mahasiswa bernomor ganjil di ruang 308. Aku yang bernomor genap tetap tinggal di ruang 309 dan duduk di kursi “eksekusi” paling depan bersama 2 temanku “dek” Hendi dan Endarto-bener ta?-.
Laboratorium BiologiSetiap praktikum Biologi pastinya kita menempati laboratorium Biologi. Dibandingkan laboratorium Qmia, laboratorium lebih kotor. Maklum, isinya makhluk hidup semua. Ada tikus putih yang kadang ngabur dan meninggalkan bau tak sedap karena mati, awetan-awetan, dan sebagainya.
Pas praktikum MorTumb….hal yang bisaa dilakukan adalah identifikasi. Identifikasi bentuk daun, karakter daun, modifikasi organ tumbuhan, bunga tunggal-majemuk, rumus bunga, sampai presentasi buah. Dalam praktikum ini tidak dibuat laporan resmi, melainkan laporan dalam bentuk gambar. Huh…dari dulu paling lemah dalam hal menggambar je. Tapi lama kelamaan mulai bisaa walaupun gambarannya agak hancur.:)
Pas praktikum AnTumb…sama seperti praktikum MorTumb, laporan juga dibuat dalam bentuk gambar. Lebih sederhana karena menggambar jaringan tumbuhan. Praktikum ini lumayan melelahkan, kerja di atas lensa mikroskop lumayan menguras energi pada mata ditambah pulang praktikum sore. Wah plus plus matanya jadi ngantuk banget.
Pas praktikum Bio Avert…praktikum ini paling seru. Setiap praktikum diwajibkan membawa specimen yang akan digunakan dalam praktikum hari itu juga. Misalnya saat praktikum tentang protozoa, setiap kelas harus membawa katak, rayap, air kolam, air sawah, dan air selokan. Aku dan temanku –Rani- ikut berpartisipasi dalam pencarian seluruh bahan. Malam sebelum praktikum kami mulai sebelum maghrib mengambil air selokan dan air sawah di sawah dekat bekas bangunan STIE Kerjasama. Ba’da maghrib kami mulai mencari katak, setelah ada informasi sana-sini berangkatlah dua cewek ini menuju persawahan dekat UMY. Kami berhasil mendapatkan, tapi salah. Kami mendapat kodok, tapi yang diminta katak. Alhamdulillah ada teman cowok yang berhasil mendapatkan katak dan dimulailah praktikum protozoa dengan mengambil usus katak. Praktikum bio avert yang memusingkan adalah tentang Mollusca. Cumi-cumi, gurita, bekicot, keong mas, kerang darah, kerang air tawar, resrespo,
Murex angulifer,
Nautilus papilus, dan sumpil menyebabkan ruangan bau amis seperti pasar Ngasem.
Ngomong-ngomong praktikum, tak lepas dari responsi!!Responsi yang bikin deg-degan apalagi sistem ketok membuat kami melupakan semua materi yang sudah dihafal sebelum responsi. Tukang ketoknya juga manteb-manteb Mas Zul –bio avert- dan Mas Fajri-MorTumb & anTumb-. Nilainya gimana mas??…
Masjid MujahidinSelain mushola Furqon, kami selalu melaksanakan ibadah di Masjid Mujahidin. Tak hanya sholat dan ibadah lainnya, kami –Lely, Dian, Santi, Intan, Rani, Zahro, Septi, dan kadang-kadang teman lainnya- sering mengerjakan tugas individu dan kelompok di sana. Kami mempunyai basecamp sendiri, tepatnya di bawah tangga. Pernah terlintas oleh kami memasang tanda “Basecamp Anak BioRe 08” di sana.
Warung Makan Pondokan Warung ini banyak didatangi mahasiswa tiap siang. Warga BioRe 08 pun juga termasuknya. Tiap selesai kuliah siang, kami menyantap makan siang disana. Kadang bertiga, berempat, bahkan pernah pondokan penuh anak BioRe 08. Selain banyak variasi lauknya, harga lumayan miring untuk kalangan mahasiswa.
Air Mancur depan RektoratSebenarnya hanya sekali warga BioRe 08 mengadakan kumpul bareng di sana. Saat bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah. Tak hanya teman yang muslim, teman nonmuslim juga ikut meramaikan acara buka bersama sambil ngobrol-ngobrol. Dan entah kenapa 3 rekan-Putri, Resha, Rina- pada waktu itu dicetuskan menjadi geng Nero –sekarang kayaknya sudah tak ada lagi-.
Nasi yang dipesan ternyata sisa lumayan banyak karena beberapa teman tidak ikut buka bersama. Akhirnya, nasi yang sisa dibagi-bagi ke tukang es krim –atau rujak ya??- dan tukang becak yang ada di sekitar jalan Colombo.
Dan teruntuk dek Hendi –hehe map yo- yang mau coba kedokteran, inget janjinya ya!!kalo keterima kedokteran, mau nyemplung di kolam air mancur ta? –saksi: Lely, Rani, Endarto-
Tak terasa kawand, semester satu telah kita lewati begitu cepat. Saat-saat kita tertawa dan memikirkan hal yang nggak jelas, saat menangis di parkiran MIPA dan memecahkan berbagai masalah kelas, saat berpetualang ke Keteb, Krakal, dan Purworejo.
Semangat kawand..jalan kita masih panjang!!!
Warga BioRe 2008 :
*Ayunika, Alfa, Utik, Imel, Arif B, Eko, Hendita, Kak Putri, Rina, Septi, Putri, Risanti, Resa, Dana, Illa, Yuda, Pipit, Nurul, Hendi, Santi, Lely, Maryam, Hida, Dian, Siska, Zahro, Endarto, Uut, Arif H, Intan, Ika, Ranny, Baby, Rani, Meylan, Boy, Naya, Chariri*