Sabtu, 31 Oktober 2009

Nut Game

Nut Game, dari bahasanya bisa diliat ndiri kn?? Permainan kacang, hehehe..
Permainan yg menggunakan kacang, setidaknya itulah yg aku -kami sekelas- pahami untuk pertama kali. Permainan ini menggunakan kacang -kacang Garuda- yg diletakkan pada mangkok.

Awalnya, aku merasa aneh, kuliah kug pake game? Baru kali ini aku mengalaminya. Seingatku selama kuliah hanya presentasi, laporan, mendengar, praktikum, SL, dan laen2. Kalaupun sedikit "bermain" itupun di praktikum Bio Umum tentang sekilas genetika.

Permainannya, 1 kelompok terdiri dari 5 org-4 pemain 1 wasit yg menentukan jalannya permainan-. Semua pemain berada di posisi yg sama, dengan aba-aba sang wasit keempat pemain berebutan mengambil kacang dalam mangkok biasa (seukuran mangkok bakso). Ada 10 ronde, sisa kacang yg terambil dlm mangkok dipenuhi kembali dg kacang stok sesuai sisa dlm mangkok. Jika kacang habis sebelum ronde 10, permainan diulangi hingga kacang stok-nya habis. Tiap wasit memegang catatan dari hasil permainan.

Dari ke-8 kelompok dalam kelas, didapat beberapa data -kaya pengamatan aja- yaitu total permainan, total ronde, jumlah terambil max, rata2 yg didapat tiap pemain, rata2 yg didapat tiap kelompok, juga jumlah kacang yg keluar dari mangkok.

Usut punya usut, permainan ini ternyata masuk dalam materi mata kuliah Kependudukan dan Lingkungan Hidup (KLH) berkaitan tentang Manusia dan Sumber Daya Alam. Secara singkat punya arti begini....

Kacang diibaratkan sebagai suatu sumber daya alam, mangkok sebagai kawasan terbatas di mana sumber daya alam tersebut berada. Keempat pemain sebagai pengambil sumber daya alam, dn seorang wasit sebagai pengatur kebijakan. Keempat pemain saling berebut mendapatkan "SDA" yg ada, jika hal itu terus2an dilakukan tanpa ada regulasi berupa kebijakan, maka secara cepat SDA akan cepat habis, oleh karenanya dibutuhkan suatu regulasi dan instrumen yang dapat mengatur pengambilan SDA supaya terkendali. Adanya UUD '45, UU LH, Keputusan Menteri LH, dsb merupakan beberapa upaya dari pemerintah Indonesia untuk mengelola SDA-nya. Tidak adanya penegak hukum yg berkeadilan menjadikan "sia-sia" aturan tersebut dibuat.

Kemudian, ketika pemain saling berebut kacang tidak sedikit yg mengeluh tangannya kesakitan. Hal tersebut menggambarkan betapa tidak mudahnya suatu golongan/instasi yg mengambil SDA, mungkin mereka saling berebut atau apalah. Di nut game, mungkin hanya tangan yg kesakitan. Bayangkan jika sudah menyangkut suatu kekayaan alam, banyak hal bisa menjadikan konflik. Konflik sosial,kesenjangan, utamanya.

Hemat dn Manfaatkan SDA dg cermat..^-^

Selasa, 20 Oktober 2009

tugas menumpuk, agenda bertabrakan, laporan selalu mengejar.

huffh..seringkali lisan ini mengeluh dan mengeluh, meski aku tau keluhan tidak menyelesaikan semua.

Senin, 02 Februari 2009

Salam Semangadh 'tuk kaWand-ku..

Subhanallah!!!

Liburan semester ini serasa tak liburan. Meski libur semester berakhir tanggal 15 Februari 2009 tapi tetap saja, aku jarang di rumah. Ehm, sok sibuk bisa dibilang begitu.

Hari Senin ikut seminar ini, hari Selasa rapat musytu -musyawarah itu- sama nyebar proposal untuk acara tersebut, hari Kamis silaturahmi pelajar, hari Jum'at pelaksanaan musytu, hari Sabtu kongres ini, hari Ahad kajian di sini, dan sebagainya dan sebagainya .

Badan dan otak ini seolah dituntut untuk melakukan gerak dinamis dan ritmis setiap harinya. Dari pagi beres-beres sampai malam maksimal 21.30 seluruh tubuh bekerja. Memang kadang terasa melelahkan, tapi kelelahan itulah yang menjadi nikmat jika segalanya dihadapi dengan enjoy tanpa beban. Seperti air mengalir, tak perlu membebani pikiran dengan hal-hal yang sebenarnya terlalu sepele untuk dipikirkan. Pendapatku sih "Hadapi semuanya dengan ikhlas, santai aja. Kalaupun ada ujian itu merupakan proses pendewasaan", menurut temen-temen betul nggak?

OKI -oleh karena itu- aktivitas pagiku adalah tersenyum dan menyapa orang-orang yang aku temui di jalan. Keluargaku, tetanggaku, mawar di kebunku, kucing di belakang rumahku, dan kuteriakkan Pagi Dunia!! kepada seluruh makhluk pagi itu. Wow..sungguh menyenangkan.

Teman-teman yang jadwalnya penuh untuk bulan ini jangan terlalu stres ya. Inget aja, semakin banyak aktivitas semakin sehat badan tapii...musti diimbangi dengan pola makan yang teratur. Jangan menzhalimi diri sendiri dengan jam terbang yang tinggi jadi malas makan -pesan 'tuk dibie-.

Otree!!
Semangadh kaWand!!

Fastabiqul Khairat...

Rabu, 28 Januari 2009

Bismillahirrahmanirrahim...

Assalaamu’alaikum warahmatullahi wa barakatuh

Teruntuk sahabat juangku di negeri gemah ripah loh jinawi……

Apa kabarmu, wahai sahabat ? Masih baikkah keadaanmu kala kebenaran hanya jadi kata-kata bijaksana. Masih sehatkah kondisimu ketika kejujuran kini hanya tinggal kenangan.


Yah, mungkin kau bertanya kenapa ku ucapkan itu, sedih memang, tapi itulah kenyataan. Itu realita, sahabatku.

Sahabat, kehidupan akan terus berjalan dan tak akan berhenti sampai suatu titik akhir. Padahal kau masih terus menapaki roda kehidupan, bahkan perjuanganmu bisa dikatakan baru dimulai, yakinlah bahwa kau mampu merajut asa untuk hidupmu.


Oya, sebelumnya ku ingin memastikan sesuatu kepadamu. Mampukah kau untuk bermimpi ? Jawab ya bila kau mampu, namun jika kau menjawab tidak betapa menyedihkannya dirimu, manusia tanpa harapan, manusia tanpa impian. Adakah kau menyimpan mimpi-mimpimu ?


Sahabat, bagaimana kondisi pikiranmu saat ini ? Ku yakin pikiranmu lelah menghadapi paradigma-paradigma baru yang mengguncang hati dan akalmu. Dunia kampus baru saja dimulai, tetapi kenapa kau bilang padaku akan kelelahan-kelelahan yang baru secuil kau hadapi. Tugas-tugas sederhana kau bilang rumit, makalah ilmiah kau katakan musibah. Selalu saja kau gemborkan kata SEMANGAAT!! untuk segala macam kesulitan, tapi sekarang mana gerak langkahmu, ku belum melihatnya sahabat.


Apakah kau ingat pernah bercerita kepadaku tentang keinginanmu yang luar biasa ? Kau pernah katakan ingin menjadi seorang ilmuwan, seorang yang sukses, seorang yang bermanfaat, dan seorang pengabdi bagi negeri ini. Ku hanya bisa mengucap kata berbuatlah ‘tuk raih citamu, dan kau pun mengangguk kuat dengan sinar harapan terpancar sangat besar di wajahmu. Tak hanya itu saja, waktu itu kau juga bercerita tentang masa kecilmu yang selalu bersemangat untuk mengejar ilmu sampai-sampai sakit dan hujan pun tak menghalangi niat muliamu.


Kembalilah sahabat, menjadi dirimu sendiri. Keceriaanmu seolah sirna terenggut masa, kehangatanmu terasa redup oleh sang kabut.

Masih jelas terekam oleh otakku kata-kata penyemangatmu ketika ku terjatuh di lembah kebodohan. Kini ku ada untuk menyokongmu dari belakang.


Sahabat, ku tau kau tak sehebat matahari yang mampu memancarkan sinar sepanjang waktu, kau tak setegar batu karang yang mampu menghempaskan ombak setinggi apapun. Aku dan kau hanyalah manusia bisaa, tak luput dari noktah kegelapan yang menghinggapi hati. Tapi ingat sahabat, kita telah diamanahi planet biru ini oleh Sang Maha Kuasa, masihkah kau menghindar dari tanggung jawab ini ? Bangkitlah jiwa-jiwa yang tertidur lelap, lihatlah sang fajar telah menyingsing.


Maaf, ku tulis surat ini bukan untuk memojokkanmu ataupun menyudutkanmu. Ku tulis kesemuanya tulus dari hatiku untuk kebaikanmu. Ku hanya ingin ceriamu kembali, semangatmu bangkit menapaki jalan yang mungkin terus menanjak dan terjal hingga kau berada di puncak kemenangan.

Sungguh, bersama kesulitan yang kau hadapi saat ini pasti ada jalan kemudahan mengiringinya.


Mungkin hanya sebatas ini ku bisa menuliskan untaian surat pengobat rinduku untukmu. Jika tak ada aral melintang ingin kembali ku tulis dan saat itu ku haarap semangatmu menggelora untuk berjuang.


Wassalaamu’alaikum warahmatullahi wa barakatuh

Perjalanan ke Kampus UNY

Kejadian ini sebenarnya sudah sangat lama, hampir satu tahun yang lalu…

Sabtu pagi tanggal 8 November 2008, saya dan teman sedang dalam perjalanan menuju kampus untuk mengikuti technical meeting [TM] studi lapangan praktikum biologi avertebrata di UNY. Sampai di perempatan pasar Sentul kami tertahan di lampu merah. Tiba-tiba pandangan saya tertuju pada seorang kakek yang berhenti di trotoar dekat lampu merah tidak jauh dari saya. Jujur saya heran, pada awalnya saya mengira beliau menunggu seseorang tetapi lama sekali beliau menunggu. Sampai saya mendapat dugaan sementara bahwa beliau memang sengaja berhenti karena ada lampu merah. Memikirkan hal tersebut saya tersenyum sendiri, tetapi ternyata bukan hanya saya yang heran. Teman saya juga sempat menanyakan sikap kakek tersebut, dan dia juga memunyai pikiran sama dengan saya.

Yah, untuk membuktikannya apakah benar kakek tersebut berhenti karena lampu merah, kami tidak sabar menunggu lampu hijau. Dan ternyata benar, saat lampu hijau dan sepeda motor kami melaju kakek itupun ikut berjalan sesuai tujuan beliau. Kamipun tersenyum dan mengomentari hal tersebut. Salut untuk kakek.

Hmm..seorang pejalan kaki yang sudah sepuh masih sadar akan tertib lalu lintas meski apa yang dilakukan kakek memang tidak wajib dilakukan pejalan kaki. Namun saya pribadi sebagai seorang pengendara motor merasa tertohok atas kejadian tersebut. Bagaimana tidak? Saya bukanlah orang yang tidak taat terhadap aturan jalan raya, namun pernah melakukannya walaupun belum pernah merugikan orang lain, tetapi kejadian Sabtu pagi itu menjadikan saya merasa menjadi warga negara yang tidak taat kepada hukum. Sepele memang menaati rambu yang telah dibuat, tetapi hal itu dapat menjadi tolak ukur keselamatan dan kenyamanan bagi para penggna jalan yang lain. Coba bayangkan, jika segelintir orang melakukan pelanggaran seperti yang kadang saya lakukan. Pengguna lain yang seharusnya berjalan sesuai kesempatan menjadi terganggu dan risiko lebih jauh terjadi kecelakaan lalu lintas dan mengakibatkan kemacetan sementara.

Sering sekali saya melihat pelanggaran lalu lintas yang dilakukan oleh sekelompok yang menamakan diri mereka supporter fanatik. Mereka dengan seenaknya mengendarai motor tanpa melihat rambu yang telah dipasang sehingga kesempatan untuk pengguna jalan yang lain untuk melewati terganggu. Tidak hanya ulah supporter, para peserta kampanye juga seringkali memacetkan jalan. Selain mengganggu kenyamanan dan keselamatan para pengendara, mungkin keselamatan mereka juga menjadi taruhan atas perbuatan mereka. Berdasarkan data Direktorat Lalu Lintas, selama masa kampanye putaran pertama, kedua dan ketiga, sejak 11 Maret-1 April 2004, tercatat 17 ribu pelanggar lalu lintas: delapan ribu ditilang sementara, sisanya mendapatkan teguran. Entah pemilu tahun 2009 mendatang rapor dari kepolisian tentang pelanggaran lalu lintas ketika kampanye akan tertulis menggunakan tinta biru ataukah menggunakan tinta merah.

Tulisan ini merupakan introspeksi untuk kita sebagai pengguna jalan pada umumnya dan saya sendiri pada khususnya. Ayo kita jaga keselamatan diri dan pengguna yang lain dengan menaati rambu yang telah dibuat, toh tidak ada ruginya kita melakukan hal -tersebut.

Senin, 26 Januari 2009

Sekilas KampusQ

Yupz, baru 6 bulan ini Q melalui kegiatan perkuliahan di kampus UNY. Banyak cerita terjadi di balik kokohnya dinding FMIPA UNY dan bersama kawand2 BioRe 2008..

Depan Dekanat FMIPA UNY
Aq dan kawan2q biasanya menghabiskan waktu di tempat ini. Setiap selesai kuliah, ngomongin tugas, nunggu fotocopyan, nunggu laporan dari kelas lain, negerjain laporan, belajar buat ujian, dan sekedar teng-teng crit alias tenguk-tenguk nyambi crita dilalui di tempat ini. Bayangkan betapa sumpeknya depan dekanat dipenuhi 10-20 warga BioRe dari total sebanyak 38 orang. Dan pastinya selain menutup jalan masuk kampus kami juga membuat kehebohan dengan berbagai macam suara khas dari tiap-tiap anak.

Ruang 112 Lama
Ruangan yang terletak paling belakang FMIPA merupakan kelas “terfavorit” dalam semester 1 ini. Ruangan luas dan jadul tanpa AC ini memiliki OHP, papan tulis berkapur dan kursi kayu penuh tipe-X. Ada satu kursi yang tulisannya selalu kuingat “Aku wong UGM kuliah ning UNY dst” lalu ada yang mengganti huruf G dengan huruf W sehingga menjadi UWM. Hihihi tertawa sendiri aku setiap duduk di belakang kursi itu.
Di ruang 112 ini, kami menghabiskan banyak kuliah –MaDas, MorTumb, sempat juga Bio Avert- dan seluruh ujian akhir semester kecuali ujian agama juga dilaksanakan di ruang ini. Benar-benar ruang favorit untuk semester ini. Pernah ketika Q menanyakan waktu dan ruang ujian, temanku-Ika-menjawab “Di ruang favorit, Lel. Jam setengah delapan.”

Ruang 308-309
Berbeda dengan ruang 112 lama, ruang 308-309 ini lebih fresh dan adem. Dengan fasilitas LCD beserta AC yang kadang bikin kedinginan saat cuaca tak bersahabat, ruangan ini terletak di lantai 3 lantai paling atas gedung FMIPA Lumayan ngos-ngosan naik ke ruang 308-309, apalagi hari Rabu. Jam pertama lantai 3 laboratorium biologi, jam kedua ruang 112 lantai bawah, lalu jam ketiga naik lagi ke lantai tiga menuju ruang 309.
Ada cerita unik di dua ruang ini. Ketika UTS Biologi Umum pukul 12.30, tak disangka tak dinyana separuh dari ruang 308 sudah terisi padahal UTS baru dilaksanakan pukul 13.00. Bahkan ketika aku masuk pun, ada beberapa teman yang sudah menyiapkan tempat untukku. Kata mereka sih, PMP –posisi menentukan prestasi-. Setengah jam sebelum ujian kugunakan untuk tebak-tebakan tentang materi yang akan diujikan di luar kelas. Lalu 6 orang temanku, bisaa kupanggil mereka geng Say…kepanjangannya Say No to Drugs, datang dan bertanya “Lho bukannya kelasnya di ruang 309?”. Aku masuk dan memberitahu teman-teman yang lain. Tiba-tiba ketua kelasku yang konyol tapi baik langsung mengambil tasnya dan berlari sambil teriak “posisi menentukan prestasi!!”, teman-teman yang lain juga langsung mengikuti jejaknya menuju ruang sebelah. Posisipun segera disesuaikan seperti pada ruang sebelumnya. Namun ternyata, ada beberapa teman yang tidak mengerti kenapa mereka berlari. Ada yang mengira terjadi gempa. Hihihi…
UTS pun berlangsung, ketika dosen masuk ternyata kelas dibagi. Mahasiswa bernomor genap ujian di ruang 309 dan mahasiswa bernomor ganjil di ruang 308. Aku yang bernomor genap tetap tinggal di ruang 309 dan duduk di kursi “eksekusi” paling depan bersama 2 temanku “dek” Hendi dan Endarto-bener ta?-.

Laboratorium Biologi
Setiap praktikum Biologi pastinya kita menempati laboratorium Biologi. Dibandingkan laboratorium Qmia, laboratorium lebih kotor. Maklum, isinya makhluk hidup semua. Ada tikus putih yang kadang ngabur dan meninggalkan bau tak sedap karena mati, awetan-awetan, dan sebagainya.
Pas praktikum MorTumb….hal yang bisaa dilakukan adalah identifikasi. Identifikasi bentuk daun, karakter daun, modifikasi organ tumbuhan, bunga tunggal-majemuk, rumus bunga, sampai presentasi buah. Dalam praktikum ini tidak dibuat laporan resmi, melainkan laporan dalam bentuk gambar. Huh…dari dulu paling lemah dalam hal menggambar je. Tapi lama kelamaan mulai bisaa walaupun gambarannya agak hancur.:)
Pas praktikum AnTumb…sama seperti praktikum MorTumb, laporan juga dibuat dalam bentuk gambar. Lebih sederhana karena menggambar jaringan tumbuhan. Praktikum ini lumayan melelahkan, kerja di atas lensa mikroskop lumayan menguras energi pada mata ditambah pulang praktikum sore. Wah plus plus matanya jadi ngantuk banget.
Pas praktikum Bio Avert…praktikum ini paling seru. Setiap praktikum diwajibkan membawa specimen yang akan digunakan dalam praktikum hari itu juga. Misalnya saat praktikum tentang protozoa, setiap kelas harus membawa katak, rayap, air kolam, air sawah, dan air selokan. Aku dan temanku –Rani- ikut berpartisipasi dalam pencarian seluruh bahan. Malam sebelum praktikum kami mulai sebelum maghrib mengambil air selokan dan air sawah di sawah dekat bekas bangunan STIE Kerjasama. Ba’da maghrib kami mulai mencari katak, setelah ada informasi sana-sini berangkatlah dua cewek ini menuju persawahan dekat UMY. Kami berhasil mendapatkan, tapi salah. Kami mendapat kodok, tapi yang diminta katak. Alhamdulillah ada teman cowok yang berhasil mendapatkan katak dan dimulailah praktikum protozoa dengan mengambil usus katak. Praktikum bio avert yang memusingkan adalah tentang Mollusca. Cumi-cumi, gurita, bekicot, keong mas, kerang darah, kerang air tawar, resrespo, Murex angulifer, Nautilus papilus, dan sumpil menyebabkan ruangan bau amis seperti pasar Ngasem.

Ngomong-ngomong praktikum, tak lepas dari responsi!!Responsi yang bikin deg-degan apalagi sistem ketok membuat kami melupakan semua materi yang sudah dihafal sebelum responsi. Tukang ketoknya juga manteb-manteb Mas Zul –bio avert- dan Mas Fajri-MorTumb & anTumb-. Nilainya gimana mas??…

Masjid Mujahidin
Selain mushola Furqon, kami selalu melaksanakan ibadah di Masjid Mujahidin. Tak hanya sholat dan ibadah lainnya, kami –Lely, Dian, Santi, Intan, Rani, Zahro, Septi, dan kadang-kadang teman lainnya- sering mengerjakan tugas individu dan kelompok di sana. Kami mempunyai basecamp sendiri, tepatnya di bawah tangga. Pernah terlintas oleh kami memasang tanda “Basecamp Anak BioRe 08” di sana.

Warung Makan Pondokan
Warung ini banyak didatangi mahasiswa tiap siang. Warga BioRe 08 pun juga termasuknya. Tiap selesai kuliah siang, kami menyantap makan siang disana. Kadang bertiga, berempat, bahkan pernah pondokan penuh anak BioRe 08. Selain banyak variasi lauknya, harga lumayan miring untuk kalangan mahasiswa.

Air Mancur depan Rektorat
Sebenarnya hanya sekali warga BioRe 08 mengadakan kumpul bareng di sana. Saat bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah. Tak hanya teman yang muslim, teman nonmuslim juga ikut meramaikan acara buka bersama sambil ngobrol-ngobrol. Dan entah kenapa 3 rekan-Putri, Resha, Rina- pada waktu itu dicetuskan menjadi geng Nero –sekarang kayaknya sudah tak ada lagi-.
Nasi yang dipesan ternyata sisa lumayan banyak karena beberapa teman tidak ikut buka bersama. Akhirnya, nasi yang sisa dibagi-bagi ke tukang es krim –atau rujak ya??- dan tukang becak yang ada di sekitar jalan Colombo.
Dan teruntuk dek Hendi –hehe map yo- yang mau coba kedokteran, inget janjinya ya!!kalo keterima kedokteran, mau nyemplung di kolam air mancur ta? –saksi: Lely, Rani, Endarto-



Tak terasa kawand, semester satu telah kita lewati begitu cepat. Saat-saat kita tertawa dan memikirkan hal yang nggak jelas, saat menangis di parkiran MIPA dan memecahkan berbagai masalah kelas, saat berpetualang ke Keteb, Krakal, dan Purworejo.

Semangat kawand..jalan kita masih panjang!!!

Warga BioRe 2008 :
*Ayunika, Alfa, Utik, Imel, Arif B, Eko, Hendita, Kak Putri, Rina, Septi, Putri, Risanti, Resa, Dana, Illa, Yuda, Pipit, Nurul, Hendi, Santi, Lely, Maryam, Hida, Dian, Siska, Zahro, Endarto, Uut, Arif H, Intan, Ika, Ranny, Baby, Rani, Meylan, Boy, Naya, Chariri*

Aku Kembali

Assalaamu'alaikum kawanD..

setelah vakum mengisi blog yang nggenah ini, aku 'kan mulai mencoba untuk mengisi kembali blog ini dengan tulisan-tulisan yang nggak nggenah. Dengan bahasaku sendiri. Karena aku adalah aku.

Diriku...

yang kadang-kadang Q belum tau diriku, tentang apa mauku sekarang, tentang kelebihan dan kekuranganku, tentang aku yang sering berubah sesuai mood, dan tentang semuanya.

yah, walopun blog ini hanya tuk konsumsi sendiri setidaknya Q bisa melihat aku sendiri dalam tulisanku. Komentar temen2 tentangku ataupun blog ini mungkin bisa membantu 'tuk introspeksi diri.

Matur thank you...

Wassalaamu'alaikum

Labels

Bio Re (4) For Us (3) Me (15)